4 Tips Mencintai Tugas Akhir - Sebagian mahasiswa beranggapan bahwa skripsi adalah monster
akhir dari perkuliahan. Bahkan berita mengenai mahasiswa yang stres karena
skripsi juga sering kita dengar. Kabar baiknya pada tanggal 9 Oktober 2023
skripsi sudah tidak diwajibkan sebagai syarat kelulusan dan diganti menjadi
tugas akhir. Tugas akhir bentuknya beragam contohnya saja kampus saya
menerapkan publikasi karya ilmiah sebagai syarat kelulusan.
Tekanan mahasiswa mengenai skripsi tentu berkurang dan
beralih pada tugas akhir yang tidak sekompleks skripsi. Namun, mahasiswa
semester akhir biasanya memiliki banyak tuntutan dan tekanan. Misalnya
dituntut untuk lulus lebih cepat atau timbulnya bayangan masa depan akan
kesuksesan atau kegagalan yang lebih dekat, sehingga cenderung sering mengalami
stress akademik. Untuk mengurangi tekanan yang terjadi di semester akhir, tentu
kita perlu mempersiapkan tugas akhir ini dengan baik agar tidak menjadi tekanan
ditengah tekanan lainnya.
Tips ini merupakan pengalaman pribadi pada perkulihan kedua saya. Sejujurnya saya merasa lebih menikmati proses penyelesaian tugas akhir dan sering mengungkapkan rasa cinta saya pada monster mahasiswa ini. Bagaimana bisa? Saya akan membagi tipsnya, mungkin ada cara lain tergantung dari pribadi masing-masing. Disini saya akan membagikan empat point pentingnya.
4 Tips Mencintai Tugas Akhir
Pikirkan Tema Sejak Semester Muda
Tema besar penelitan bisa kita pikirkan lebih awal, tidak perlu judulnya secara lengkap cukup variable apa yang akan kita pilih atau fokuskan. Cara ini membantu kita untuk menghemat waktu dalam memilih judul nantinya. Kita bisa memulai pada semester 6 sampai 7 atau saat melakukan praktik lapangan.
Pilih Tema Sesuai dengan Keingintahuanmu
Sejauh ini memilih tema sesuai dengan keingintahuan adalah salah satu faktor terbaik saya dalam proses mencintai skripsi. Contohnya saya selalu penasaran dengan “mengapa orang yang terbiasa bangun pagi itu hidupnya lebih teratur?” Hal ini juga saya rasakan sendiri, ketika saya sering begadang, kesiapan saya untuk melanjutkan kegiatan di esok hari tidak begitu baik. Akhirnya, rasa penasaran ini saya tuangkan dalam bentuk skripsi. Sehingga, hasil dari tugas akhir ini menjawab rasa keingintahuan saya sendiri.
Mengenali Pola Belajar
Biasanya kita akan mengenali pola belajar yang sesungguhnya saat mengerjakan tugas akhir. Saya dulu merasa memiliki pola belajar yang penyendiri atau independent. Namun, karena beberapa faktor misal mulai munculnya titik jenuh akhirnya saya mengevaluasi pola belajar saya. Ternyata, agar skripsi tetap saya kerjakan saya butuh teman, karena saat saya sendirian justru lebih banyak overthinking dan tidak ada progress.
Mencari Dukungan Sosial
Salah satu dosen saya pernah berpesan “Dukungan sosial itu dicari bukan ditunggu!”. Bentuk dukungan sosial itu tidak hanya dari keluarga namun bisa teman serta kekasih misalnya. Saya pernah mengalami stuck, seperti yang saya ceritakan diatas. Berhubung saya jomblo dan anak rantau, akhirnya saya mengajak teman-teman yang juga memiliki perasaan stuck yang sama. Hasilnya sangat diluar ekspektasi, kami menjadi saling memberi motivasi. Saya merasa ada yang terus mengingatkan ketika mulai malas, karena kami memiliki kepentingan yang sama yaitu skripsi. Sehingga ketimbang berkumpul untuk bergosip kami lebih bersemangat untuk mengerjakan. Tidak heran progess saya ketika bertemu mereka sangat cepat.
Dukungan sosial juga membantu memberikan keberanian. Salah satu teman saya yang memiliki ketakuan terhadap kegiatan konsul, akhirnya melawan ketakutannya dan berani melakukan konsul pertamanya. Selain itu kita juga dapat melakukan diskusi pada hal yang tidak kita ketahui atau ingin tanyakan.
Begitulah tips yang dapat saya bagikan berdasarkan
pengalaman pribadi. Satu hal lagi, selalu beri afirmasi positif pada diri sendiri. Saya
sendiri selalu mengatakan “Saya cinta skripsi saya!” sembari melihat judul
skripsi, dan merasa puas ketika judul tersebut bertahan hingga akhir sama kuatnya dengan
saya yang sudah menjalani hari rumit dan menguraikannya berlahan. Dengan begitu
saya menghargai setiap prosesnya tanpa melihat pencapaian orang lain dan lebih fokus pada proses diri sendiri.
Ingat “Tidak ada tulisan yang sempurna! Skripsi yang baik
adalah skripsi yang selesai.”
Bagaimana menurutmu?

0 Komentar